Indah Ningtyas, istri komika Rigen Rakelna, baru saja melahirkan anak keempatnya pada 11 Juni 2026 lalu. Bayi perempuan yang diberi nama Sidrahanin Aoraki Rakelna ini lahir melalui operasi caesar. Menariknya, selama mengandung, Indah tetap menyusui putra ketiganya, Navarin Thufaila Rakelna, yang saat itu berusia sekitar 10–11 bulan.

Dalam unggahan Instagram @indhningtys, ia mengungkapkan bahwa dirinya terus menyusui Nava hingga produksi ASI-nya berkurang dan akhirnya tidak keluar lagi. "Kalau pas hamil apakah masih boleh menyusui atau berhenti dulu? Kemarin aku tetap susuin Nava sampai ASI-ku udah ga keluar lagi. Selama ga ada kontraksi kata dokterku aman," tulis Indah.

Apakah Menyusui saat Hamil Aman?

Menurut Lynnette Hafken, konsultan laktasi di Rockville, Maryland, tubuh ibu hamil tetap bisa memproduksi ASI. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, produksi ASI akan menurun karena tubuh lebih banyak mengalokasikan energi untuk janin. Rasa ASI pun berubah menjadi kurang manis, terutama saat memasuki trimester kedua ketika tubuh mulai memproduksi kolostrum.

Beberapa ibu mungkin merasakan ketidaknyamanan saat menyusui karena perubahan hormon yang membuat puting lebih sensitif. Meski begitu, pada kehamilan yang sehat, menyusui tidak meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Risiko baru muncul jika ibu memiliki riwayat persalinan prematur atau kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter atau bidan sangat disarankan.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Ibu yang menyusui saat hamil perlu menjaga asupan nutrisi, terutama zat besi, untuk mencegah anemia yang dapat memengaruhi berat badan bayi. Selain itu, rangsangan pada puting dapat memicu kontraksi rahim melalui pelepasan hormon oksitosin. Pada ibu dengan risiko persalinan prematur, menyusui sebaiknya dihentikan hingga usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Setelah bayi baru lahir, prioritas menyusui harus diberikan kepada bayi yang baru lahir untuk memastikan ia mendapatkan kolostrum dan ASI yang cukup. Ibu dapat melanjutkan menyusui anak yang lebih besar setelah kebutuhan bayi baru terpenuhi.

Pandangan Islam tentang Menyusui saat Hamil

Dalam Islam, menyusui saat hamil dikenal dengan istilah al-ghiilah. Praktik ini diperbolehkan berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa bangsa Romawi dan Persia melakukannya tanpa membahayakan anak-anak mereka. Secara bahasa, al-ghiilah berarti seorang wanita menyusui anaknya dalam keadaan hamil, dan secara istilah tidak berbeda maknanya.

Indah Ningtyas sendiri memutuskan untuk menjalani prosedur KB steril setelah melahirkan anak keempat karena memiliki gangguan aritmia jantung. Hal ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dalam setiap keputusan reproduksi.

Semoga informasi ini membantu Bunda yang sedang mempertimbangkan untuk menyusui saat hamil. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Reporter: Maya Handayani